
Title: สิ่งเล็กเล็ก ที่เรียกว่า..รัก/ First Love (A Little Thing Called Love)
Also Known as : Crazy Little Thing Called Love
Genre: Romance, comedy
Release date(s): August 12, 2010 (Thailand)
Running time: 118 min.
Cast:

Pimchanok Luevisadpaibul as P’Nam

Mario Maurer as P’Shone

Sudarat Budtporm as Teacher Inn
Peerawat Herapath as Teacher Phol

Pijitra Siriwerapan as Teacher Aorn

Acharanat Ariyaritwikol as Top

Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn as Pin

Yanika Thongprayoon as Faye
Synopsis:
Sebuah kisah klasik tentang seorang remaja yang tidak dekat dengan kesan cantik, orang pun akan menganggap dia sebagai sosok yangnerd. Remaja itu bernama P’Nam, ia diam-diam jatuh cinta dengan kakak kelasnya, P’Shone. P’Shone ini sangat popular dan begitu berbeda dengan P’Nam. P’Nam benar-benar menggilai sosok P’Shone, sampai dia suka mendatangi sebuah toko hanya untuk melihat P’Shone di lampu merah, It’s so teen. Suatu saat, P’Nam sedang asik berjalan dan menikmati ice creamnya dan tiba-tiba… “Aw!” P’Shone loncat dari atas dan memberikan mangga. I swear, P’Shone is outstanding. Sosok yang peduli benar-benar ditampilkan ketika dia ngembaliin anak kucing ke induknya. Bisa dibayangin gimana wajah P’Nam waktu itu. Nggak lama kemudian P’Shone nawarin mangga juga ke Faye. Hahaha, raut muka P’Nam pun jadi berubah.
Teman-teman P’Nam itu emang konyol banget di pinggir lapangan mereka cerita-cerita dan bahas sejenis quiz. Quiz itu buat tahu tipe cowok ideal buat mereka. Mereka mencocokan hasil quiz dengan teman-teman di sekeliling mereka. P’Nam dapat angka 30 yang berarti dia cocok dengan seniman. Langsung deh terbayang wajah P’Shone. Cocok juga menurutku P’Shone kan fotografer. Berlanjut ke dalam kelas, sebuah adegan yang sangat sering terjadi. Mereka membiacarakan sesuatu dengan menulis di dalam buku dan disalur-salurkan. It makes me remember my junior high school, yeaaah! Selingan Teacher Inn yang tertarik sama Teacher Poll cukup melengkapi alur cerita.
Ternyata eh ternyata P’Nam suka banget lewat depan kelas P’Shone cuma buat lihat P’Shone. P’Shone itu ternyata lumayan usil juga, he tied his friend pants with tables. Hahaha. Jadi deh dia dihukum gurunya buat berdiri di luar. P’Nam lewat lagi dan lihat kejadian itu, lucu banget. Selama sekolah pun P’Nam bela-belain buat jadi stalkernya P’Shone. Tapi P’Nam jadi patah hati setelah lihat P’Shone didatengin sama seorang cewek di lapangan. P’Shone emang pinter buat orang kegeeran, jadi waktu antrean Pepsinya P’Nam diselip sama anak basket dan mereka jadi bertengkar, P’Shone dengan santainya langsung pesan 4 Pepsi dan dikasihin ke P’Nam and the gang, Huwaaaa! Mungkin karena merasa terhina, anak-anak basket itu tadi mengejek P’Shone soal kegagalan ayahnya dalam Piala Nasional. Cekcok itu pun yang membuat mereka jadi berantem. Nggak tahu dari mana P’Nam langsung nyusulin ke tempat mereka berantem, sayang udah kosong. Ada sebuah kancing baju tertinggal dan langsung dipungut sama P’Nam. Besoknya P’Shone dihukum oleh gurunya gara-gara berantem itu. P’Nam nungguin sampe selesai buat ngasih sesuatu dan minta maaf.
Dasar teman-teman P’Nam, mereka nemuin buku tentang 9 Resep Cinta. Awalnya P’Nam menolak dengan alasan nggak logis, lama-lama dia tertarik juga. Salah satu hal yang menurutku kasihan banget ya waktu dia naruh coklat di atas motor P’Shone dan coklatnya mencair, haduh haduh dia baru sadar kalo tinggal di Negara tropis. Jadi deh dia pingin ngasih mangga buat P’Shone, sayangnya Faye keburu ngasih mango shortcake. Mereka mencari alternative lain yaitu berusaha agar P’Shone mengantar P’Nam pulang. Sekali lagi keduluan Faye, dia benar-benar menyebalkan. Sadar temannya sedang patah hati untuk kesekian kalinya, Cheer dan kawan-kawan berkunjung ke rumah Nam buat menolong Nam, dari masker sampai lulur mereka lakuin buat Nam. Hahaha. Parahnya lagi kulit P’Nam masih kuning waktu ke tokonya P’Shone. Sampai dipikir dia kena penyakit kuning. Karena sebal Faye datang, P’Nam ngelempar bola ping pong dan buat Faye jatuh, kabur deh mereka semua.
P’Nam dan kawan-kawan antre buat ikut club menari, sayangnya mereka diusir karena insiden kecil. Menurutku Teacher Aorn pilih kasih, Faye juga berantem tapi tetap ada di situ. Nggak bisa dipungkiri kalau dari generasi ke generasi yang dicari yang berkulit putih dan ada wajah chinanya. Faye nggak cukup puas dengan kejadian tadi, dia berniat buat ngasih minuman yang dicampur sama kecap asin untuk P’Nam. Untung saja Pin datang dan mencegah. Mau nggak mau akhirnya mereka ikut club drama Teacher Inn, udah nggak ada pilihan. Karena Nam yang paling pintar Bahasa Inggris, dia dipilih buat jadi Snow White. P’Shone ternyata ada di club yang sama tapi dia jadi kelinci.
Club drama memang sangat membutuhkan seseorang yang pintar berdandan untuk merias mereka. Pin pun dipanggil untuk membantu dan merubah P’Nam. Awawaw! Pasti P’Shone melting tapi dia malah bilang “ Snow White with braces…”. Beruntung banget rasanya, pangeran kodok lagi diare waktu gladi bersih, jadi deh P’Shone nggantiin. Belum selesai satu adegan pangeran kodok kembali dan… a kind of disaster happened. Adegan P’Nam telepon P’Shone juga merupakan hal yang lucu dan teen banget. Hahahahaha. Panggung yang sebenarnya terlihat mengecewakan, penontonnya hanya segelintir dan P’Shone nggak ada di sana. P’Shone siap-siap buat lomba fotografi. Ada seorang cowok yang lagi ngintip di dekat pintu, his name is Top. Setelah pertunjukan selesai P’Nam melihat sebuah bekas gigitan apel dengan note ”For Snow White, I have tasted it, no poison”. Langsung terbayang wajah Top yang ngasih ini di kepalaku, P’Nam mengira ini dari P’Shone, teman-temannya malah mengatakan kalau dari pangeran kodok. Walaupun saat mereka tampil penontonnya sedikit, siswa-siswa lain begitu terpesona ketika melihat rekaman yang ditayangkan sepanjang hari keesokan harinya.
Top ternyata teman P’Shone dari TK dan ia tidak kalah menarik dengan P’Shone. Buktinya kedua mayoret sekolah berebut berfoto dengan Top hingga babak belur. Teacher Inn meminta P’Nam untuk menggantikan mereka berdua. Setiap hari P’Nam berlatih dari nol hingga sangat lihai. Di waktu ydang sama P’Shone dan timnya sedang mempersiapkan tim mereka untuk piala provinsi. Keberhasilan pun sampai di tangan P’Shone , ia berhasil mematahkan kutukan tendangan penalty. Hal ini yang membuat semangat P’Nam semakin tinggi, apalagi orang-orang yang dicintainya menonton penampilan mayoretnya.
Hari Valentine tiba, P’Nam dapet banyak banget hadiah tapi ia masih belum senang. P’Nam menunggu seseorang, ketika orang itu datang membawa mawar putih “It’s from my bestfriend”, hancur sudah. I think his bestfriend is strange, he gives plant not flower, root until flower.Hahaha. P’Nam lagi mandangin bunga dari si bestfriend, tiba-tiba dia menarik tasnya dan sesuatu jatuh. Note lagi note lagi. P’Nam pun menuruti note itu untuk bertemu jam 4 esok harinya. Betapa senangnya waktu lihat ke bawah P’Shone datang. Yeeeeeyeeee. Baru P’Shone mau ngomong sesuatu, Top datang. Top mengacaukan segalanya. Masih di depan P’Shone dia langsung Tanya “Will you be my girlfriend?”P’Shone pun pergi dengan raut wajah yang datar. Aku malahan yang sedih.
Mungkin Top udah nganggap P’Nam sebagai ceweknya jadi deh mereka berangkat bareng buat lihat P’Shone main. Sumpah, P’Shone keren banget pas minum. Ih wow! Gayanya setelah ngegoalin juga konyol banget. Tanpa P’Nam sadari ia mulai meninggalkan sahabat-sahabatnya untuk pergi bersama P’Shone dan teman-temannya. Padahal hari itu Cheer berulang tahun, tapi Nam nggak bisa menemani. Saat P’Nam sedang duduk di jembatan, P’Shone datang dan menceritakan tentang a couple of squids. Cerita simple yang membuat keduanya tidak jadi memakan cumi bakar yang kelihatan enak, nyamnyam. Sedih banget rasanya waktu udah bawa birthday cupcake buat Cheer tapi dia lagi pergi sama Gie dan Nim. Aku rasa temen-temen P’Shone emang suka buat pergi-pergi. Suatu ketika sepertinya mereka sedang pesta BBQ, P’Shone dan Top nari berdua sumpah kocak banget lihat mereka berdua nari konyol.Oh, NO! Top kisses Nam’s cheek. Ganti raut wajah P’Shone yang langsung berubah. Sampai di depan rumah, P’Nam marah pada Top dan menjelaskan bahwa dia tidak pernah menaruh hati pada Top. Entah kenapa Top merasa kalau itu karena P’Shone. Ia pun meminta P’Shone untuk tidak mendekati P’Nam.
Kabar gembira datang untuk P’Shone, ia diterima untuk uji coba bersama Tim Bangkok, ada kemungkinan dia akan melanjutkan studinya di Bangkok. P’Nam berusaha mengembalikan kedekatannya dengan teman-temannya. So sweet mereka berempat itu. Beberapa hari kemudian ketiga teman Nam datang ke rumah dan memberitahukan bahwa Nam mendapat peringkat pertama yang berarti dia akan pergi ke Amerika. Ayahnya berjanji akan mengirimkan tiket ke Amerika bila anaknya mendapat peringkat 1.
Di hari kelulusan, P’Nam memutuskan untuk menyatakan cintanya di kolam renang sekolah. She must be so brave. Dia nyatain cintanya sambil nangis dan ngasih mawar putih. Nggak lama dia lihat saku P’Shone dengan tulisan “Pin love Shone”. P’Nam benar-benar sedih tapi dia malah menyelamati Shone. Setengah mau nangis mau ngakak tiba-tiba P’Nam kecebur kolam. Bisa-bisanya P’Nam masih meluk Pin waktu nangis. Ah… Serasa semua rahasia udah nggak ada, ternyata P’Shone masih nyimpan coklat pemberian P’Nam saat M1dulu. Nggak Cuma itu, ada buku hitam yang pelan-pelan dibukanya, tepatnya sebuah album tentang Nam. Album dari awal dia masih M1 sampai M3. P’Shone juga nulis note kecil di tiap halaman tentang perjuangan Nam. Oh, ternyata seorang P’Shone. Dia pernah bilang “Nam, will you be my girlfriend?” tapi itu setelah Nam jalan sama Top. Bunga saat Valentine itu juga ternyata dari Shone yang ditanam dari kecil, bukan dari si bestfriend. Kenapa juga harus buat salah paham. Saat Shone mau pergi dia naruh album itu di depan rumah Nam.
9 years gone, P’Shone membawa seorang anak, sedihnya ternyata itu anak Pin padahal lucu banget anaknya. Saat ini P’Nam sudah menjadi seorang desainer dan menghadiri reality show. Dia diwawancarai tentang inspiratornya dan diingatkan tentang sebuah album. Tamu special datang, Shone with a bucket of flower. Shone juga telah menjadi seorang pemain bola yang beralih menjadi fotografer. Mereka ditanya oleh presenternya apa hal yang ingin diutarakan. Shone mengutarakan kalau kancing yang diberikan Nam bukan miliknya. Pertanyaan Nam yang mengagetkan untuk Shone “Are you already married?” Shone menjawab kalau dia masih menunggu seseorang. J
Film ini berhasil mengingatkan tentang masa-masa cimon hahaha, sangat konyol dan cukup mengharukan. Banyak-banyak sih emang buat orang yang lihat jadi geregetan terutama lihat Shone yang yayaya datar gitu. Tapi salut sama sosok Shone yang nggak mungkin banget ada cowok mau nunggu sampai 9 tahun. Gila! Mario yang ganteng banget buat meranin sosok Shone benar-benar menghidupkan cerita ini. Akting Baifern pun keren banget sejak dia masi plain-looking sampai cantik banget. Intinya semua karakter dan kru bisa mengemas cerita yang umum ini menjadi sangat menarik dan menghibur. Lucu juga lihat sponsor yang nongol terus kaya Honda Scoopy dan Kappa. Ini ni scene favoritku.
Nam & friends bicarain quiz
Shoone yang lagi dihukum dan Nam lewat di depannya

Shoone cerita tentang A Couple of Squids
Cerita ini cocok ditonton buat semua, mau cewek atau cowok, sama aja. Soundtracknya yang mellow juga sangat mendukung alur cerita ini. Dari film ini, kita bisa menyimpulkan nggak ada salahnya buat kita berubah karena orang lain selama itu semakin baik. Film ini juga ngajarin kita seberapa berartinya besties buat kita. Huwaaa! I wanna cry, I miss my besties. Jangan pernah lupain mereka.
“You know, Mr. Button? I wanted to sit with P’Shone on his motorbike”
0 komentar:
Posting Komentar