It hasn’t
happened in a long time but it beats again.
This beats
make me mute and dumb.
Oh my God, I
really don’t wanna feel this kind of feel.
I am wary.
Put them above your head, make them follow your steps

First time in Bandung, you can imagine how to live far away from family with all the limitations. I really wanted to go home. Because of that, I decided to do many activities out of my boarding house with many people. Boom! Yeah! That feeling decreased fast and I could enjoy my days. All of my friends are special with their ways. They have each positions in my heart and I can’t choose anyone. Hahaha. One of them is all of my friends from Malang. They can amuse me well, with their silliness and togetherness, intentionally or not. They can fill my emptiness. Especially when my homesickness is intolerable, this family can restore my good mood. Thank you my new family for everything =D

Dian, Nia*, Tiffani, me, Dhani
We have been known for a month but I feel like a year :)
*We'// miss you, our besties

Finally, I went to my future campus. My friend and I were accompanied by our seniors looked around from back gate to the front gate. I hope it means that we come from rearguard to the van. Yeah! I trust it.
Akhirnya dengar berita SMANTI lulus 100%, senangnya walaupun belum ada pengumuman nilai.
Terima Kasih Allahku, semoga engkau menjadikan 18 Mei sebagai karuniamu juga. :)
Tiring, baru pulang dari Bunkasai. Bunkasai itu acara yang diadain sama anak ekstrakulikuler Bahasa Jepang di sekolahku. Kalau nggak salah artinya itu Festival Budaya Jepang. Menurutku walaupun acara ini yang ngadain anak ekskul, keren banget. Perkembangan Bunkasai itu benar-benar kelihatan dari Bunkasai pertama sampai ketiga ini. Nggak tahu kenapa banyak anak sekolah lain yang berminat banget buat dateng. Bunkasai pertama itu seingatku agak garing tapi peminatnya udah banyak. Kedua, aku mulai bisa mengerti apa maksud Bunkasai, stand-stand makanan Jepangnya juga lumayan. Nggak tahu kenapa buat yang pertama dan kedua aku bisa sampai malem. Lhar, yang ketiga ini aku emang lebih menikmati tapi jam 8 udah pulang. Bukan artian acaranya nggak menarik tapi aku emang udah kelaparan. Hihihi. Semakin banyak pengunjung, makanan cepat habis dan aku termasuk yang kehabisan. Bunkasai tahun ini rasa-rasanya pengunjungnya rame banget sampai makanannya laris manis, salut banget. Aku aja sampai kehabisan sushi dan lagi Okonomiyakinya antre panjang, gila!

Panggung Bunkasai tahun ini rasanya lebih bagus dari yang kemarin, lebih rapi aja

Salah satu adegan costplay, salah satu di antara mereka ada temenku

Penampilan dari Kosuki, lucu juga ‘One Piece’nya
Being college student (1)


Travelling around South East Asia (2)

It’s sounded simple but it’ll difficult to real all for me. Something should be trusted that I can do it! :)
Hari ini terasa complicated. Huh. Bisa-bisanya posting blog di tengah UAS kelas XII SMA? Bisa dong, bosen banget. Udah lama rasanya nggak menulis atau mengetik something that I want to share. Nggak sadar akhir-akhir ini lebih sering sharing langsung sama orang sampek ndower ngiler-ngiler. Jujur hidupku sekarang more colorful setelah setahun ini terasa hampa. You know why, caused by my disorganized feeling between bla bla bla. Merasa dihianati, jerk! Obsessed and antisocial. Saat ini mungkin aku mulai mengesampingkan itu semua. Lama-lama bisa gila hidup kaya gitu. Hahahaha cuma sekadar mengisi hidup dengan having fun seperti dulu lagi, maen suka-suka, walaupun nggak lebih dari tiga bulan lagi kayaknya mau UAN. High School is felt really amazing and I have not been satisfied. J'aime beaucoup mes amis.
Walaupun begitu bukan berarti aku udah nggak care sama nilai-nilai. Emang ada sedikit penyesalan di semester 5 ini belum maksimal tapi aku syukuri aja. Aku harus benar-benar focus pasca liburan ini. Time will catch me up. Apa mungkin karena targetku belum bulat? Aku pingin kuliah di ITB tapi fak. Apa coba? FTSL, boleh lah buat ngitung tapi kalo di lapangan ampun wis. SAPPK, really love it tapi peluang kerja katanya itu kecil. FTI, menjanjikan dan menarik tapi masih lampu kuning. Bisa jadi Akutansi UI tapi aku nggak tertarik buat belajar di Jakarta. What should I choose? Karena ketidak pastian inilah aku jadi nggak terarah, padahal aku selalu punya planning. Something wrong? I don’t know, mungkin aku harus buat analisa SWOT kaya kata Pak Ahmadila atau Bu Riyantin. Padahal hasil test bilang aku cocok dalam 1.) hitungan: kasir toko emas (oh, no!), akuntan(what’re they do?); 2.) klerikal: front office(hate it!); tukang ketik (bad :( ) ; 3.)artistic: pelukis (paint frog?); arsitek(want it). Dari kesekian itu apa coba, sebenarnya cita-citaku simple Cuma jadi orang yang berhasil, hidup tentram, penuh rezeki, duit mengalir, hidup santai, but it’s only daydream and impossible. Pastinya aku harus memilih di antara kesekian minat itu kalau aku nggak mau bernasib sama dengan orang yang aku temui kemarin Sabtu di angkot. What a pity! I consider that they don’t have any chance at that time.
Psst… Judul lagu ini udah nggak asing kan? Ha…ha…ha… Sebenernya nggak mau bahas soalnya memori yang harus dilupakan. Tapi semakin dipaksa semakin lengket. Lagu ini sekali didengar aku langsung interest. Apa lagi syairnya yang match banget sama aku kalo ‘jujur’.
Tapi loh percaya nggak percaya soal ‘something’s called love-aimer-liefhebben-liebe-amore’, cerita dikit yah. Buat aku nggak gampang untuk dirasakan ataupun dihapus dari diri seseorang. Selain itu bisa buat aku untuk nggak berpaling(kok bisa?), inget sama dia buat aku harus belajar, dapet nilai bagus. Perfection.

Rindu Setengah Mati- D-MASIVE feat Kevin Aprilio
aku ingin engkau ada di sinimenemaniku saat sepi
menemaniku saat gundah
berat hidup ini tanpa dirimu
ku hanya mencintai kamu
ku hanya memiliki kamu
reff:
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
meski tlah lama kita tak bertemu
ku selalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
repeat reff
aku rindu setengah mati
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu